Jumat, 14 Februari 2014
Penyebab LDR (Long Distance Relationship) sering berujung putus
Tulisan ini dibuat untuk disertakan pada lomba menulis yang diadakan oleh www.arthinkle.com.
Karena temanya agak sedikit unik dan kebetulan juga kemarin baru saja kita merayakan hari valentine, sepertinya bagus juga jika kasus LDR yang marak terjadi saya angkat sebagai bahan tulisan. LDR atau Long Distance Relationship merupakan suatu fenomena yang sangat sering terjadi pada banyak pasangan baik itu pasangan yang belum menikah (masih pacaran) atau pasangan yang sudah menikah tapi harus terpisah jarak dan waktu baik untuk waktu yang sementara bahkan ada juga yang cukup lama. Ada yang mampu mempertahankan hubungan tersebut dengan mulus(tanpa hambatan berarti), ada yang mendapat banyak godaan untuk mempunyai WIL(wanita idaman lain)/PIL(pria idaman lain), ada juga yang putus karena kurang komunikasi.
Kunci sukses mempertahankan hubungan dengan status LDR adalah kepercayaan. Pasangan yang saling percaya satu sama lain akan memberi efek positif dalam menjaga hubungan mereka. Mengapa demikian? Karena saat kita percaya pasangan kita dapat dipercaya untuk setia, maka kita cenderung untuk setia juga. Namun jika kepercayaan yang seharusnya dijaga mulai pudar bahkan hilang, maka kemungkinan untuk mempunyai PIL/WIL cukup besar.
Menurut pengalaman pribadi saya sebagai pihak yang pernah diselingkuhi akibat LDR, kita harus cukup jeli dalam mengenali tanda-tanda ketika pasangan kita mulai tidak perhatian, atau cenderung cuek. Dalam hal ini, kita juga harus tau apakah sikap cuek pasangan kita disebabkan karena kesibukannya atau karena dia mulai bosan terhadap rutinitas gaya pacaran kita yang terlalu monoton. LDR memang sangat identik dengan komunikasi 2 arah via telepon dan minimnya pertemuan. Sebenarnya bisa saja masalah pertemuan yang minim diatasi dengan mengatur kembali schedule pertemuan agar menghasilkan quality time dating. Namun hal ini cenderung tidak dapat dilakukan bila kedua belah pihak tidak bisa karena alasan pekerjaan atau malah tidak mau meluangkan waktu untuk melihat tanggal merah di kalender.
Awalnya bilang kangen karena sudah lama gag ketemu. Tapi akhirnya malah sibuk bertengkar karena sama-sama egois gag ada yang mau ngalah. Si cowok bilang sibuk gag bisa ke tempat si cewek, begitupun sebaliknya. Kalau sudah begini, ujung-ujungnya ya putus juga. Sebaiknya kita melihat dari sisi positifnya walaupun emang sih LDR itu buat kantong kering karena boros pulsa lah, jadi harus sering ngunjungin pacar lah untuk sekedar ngilangin kangen. Sisi positifnya adalah dengan LDR kita termotivasi untuk ngumpulin uang dan bisa pergi ke daerah baru di dua tempat sekaligus bukan hanya untuk ngeliat view nya aja tapi bisa jg sambil berwisata kuliner..
@#$%** So please everybody, be a good LDR Couple.. 8%$##
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar