Jumat, 16 Oktober 2015


Corat-coret seputar ITB dan LPDP Schoolarship (#1)


Hampir 3 tahun aku bekerja di Sugar Group Companies sebagai Audit Supervisor. Di tahun ketiga inilah entah kenapa aku bermimpi bertemu dengan pembimbing akhirku saat S1. Di dalam mimpi itu, beliau memintaku untuk melanjutkan pendidikan. Itu kuyakini sebagai jawaban atas doaku selama ini. Doaku yang semakin galau dengan keinginan hati ini. Apakah beralih menjadi mahasiswa lagi atau tetap sebagai seorang karyawan swasta. Sedikit pencerahan itu membuatku berani mengambil pilihan untuk mengutarakan keinginan kepada keluarga bahwa aku ingin kuliah lagi. Mereka tentu saja tidak keberatan. Mereka selalu memberi dukungan (saat menulis tulisan ini aku betul-betul kangen keluarga yang berada jauh di seberang pulau sana).  Mereka sangat mendukungku mengejar mimpiku. Mimpiku yang akahir-akhir ini mengusik tidur malamku. Untuk kuliah lagi aku berpikir, aku sudah bekerja tapi tabunganku tidak cukup untuk membiayai kuliahku nanti. Melihat kondisi keluarga, aku juga tidak mungkin masih meminta Bapak dan Ibu membiayaiku sementara aku tahu di saat yang bersamaan mereka harus membiayaiku kuliah adikku juga.

Aku mulai memutar otak. Pertengahan Januari 2015, aku mendaftarkan diri untuk mengikuti tes TPA di IPB. Aku sengaja memilih tanggal 18 Januari 2015 yang bertepatan dengan hari minggu agar tidak repot mengajukan cuti kerja (Senin-Sabtu aku masih harus ngantor). Sabtu pukul 2 siang aku naik bus weekend dari site perusahaan ke Bandar Lampung. 4 jam lamanya kuhabiskan diperjalanan. Sesampainya di bandar lampung aku menunggu sekitar 3 jam sampai tiba saatnya keberangkatan bus Damri menuju Bogor. Nothing Special, aku berangkat sendiri ke Bogor. Kubulatkan tekadku mengikuti tes itu tanpa persiapan apapun. Aku yakin Tuhan bersamaku dan kenekatan itu sungguh membuatku berpikir semoga saja hasilnya bagus setelah begitu banyak uang yang kuhabiskan demi tes ini. Tuhan sangat berbaik hati, Aku selamat sampai di tujuan dan berhasil mengikuti tes dengan sangat baik.

Minggu usai tes itu aku langsung kembali ke Lampung menaiki bus Damri. Itu adalah perjuangan pertamaku demi mewujudkan keinginanku untuk kuliah lagi. Seminggu setelahnya, pengantar surat dari kantor pos datang ke rumah membawa sebuah amplop yang di dalamnya berisikan hasil tes TPA-ku. Tuhan kembali berbaik hati, tertulis angka 612 disana. Setidaknya nilai itu mampu melewati passing grade TPA yang diminta oleh universitas yang kutuju, ITB. Aku senang tapi di lain pihak aku juga harus mengurus berkas-berkas yang lain seperti TOEFL. Segera aku mengurus pendaftaran untuk TOEFL di bulan itu juga. Namun sayang, saat aku mendaftar untuk mengikuti tes TOEFL TP di Unila ternyata tesnya berlangsung keesokan harinya. Tentu saja aku tidak bisa mengikuti jadwal tersebut karna jarak dari site ke bandar lampung yang cukup jauh dan mengingat kondisiku yang tidak akan prima saat mengerjakan soal-soal tes tersebut. Akhirnya dengan berat hati aku meminta untuk dicarikan jadwal lain. Karna aku sudah mendaftar dan membayar biaya pendaftaran, pihak Pusat Bahasa Unila pun  berjanji akan menghubungiku lagi bila sudah ada jadwal tes yang baru.


Sebulan, Dua Bulan, akhirnya aku menerima telpon dari Pusat Bahasa Unila yang menyatakan bahwa aku bisa mengikuti tes ITP pada tanggal 7 Maret 2015. Segera saja aku ambil cuti 2 hari untuk mengikuti tes itu. Aku mengikuti tes ITP pertama kali dalam hidupku. Perasaanku campur aduk aduk saat itu tapi akhirnya aku bisa melewatinya dengan semaksimal mungkin. Dua minggu kemudian, hasil tes keluar. Karena aku berhalangan untuk mengambil hasil tersebut, aku meminta tolong kepada salah satu juniorku di kampus untuk mengambilkannya. Ada 1 pesan yang kusampaikan padanya saat itu yaitu "Dek, kalau hasilnya di atas 500 tolong duplikatin 1 lagi ya, mau mbak pakai buat apply beasiswa". Ternyata score ITP ku 517. Lumayan sekali bagiku yang minim preparation karna harus nyambi kerja. Itu adalah perjuangan keduaku.





Senin, 29 Desember 2014

Kepada Tuhan

Kepada Tuhan, kupanjatkan doa ini..doa yang tak henti-henti terucap...aku masih disini Tuhan..menunggu mukjizat-Mu..atas segala penderitaan kami umat manusia di dunia...
Semoga kami selalu diberikan kesehatan...kemudahan dalam menjalani hidup di dunia yang fana ini..dan semoga kami bisa manunggal denganmu..semoga semua dosa-dosa yang kami pernah buat di dunia masih diberi kesempatan untuk kami hapus dengan amal dan waktu yang masih tersisa..Sejauh ini...di usia ku yang sudah lewat 24 tahun..seharusnya aku sudah bisa bertanggung jawab atas semua tindakan dan keputusan yang kuambil...tapi mengapa semua terasa begitu gamang? semua terasa begitu abu-abu. Aku kehilangan arah Tuhan, kumohon kirimkan padaku seseorang yang bisa menuntunku melewati semua ini bersama. Tuhan, semakin hari aku merasa beberapa kemampuanku mulai berkurang fungsinya..terutama daya ingatku..apa yang terjadi sebenarnya? aku masih muda tapi sudah banyak kehilangan memori penting dalam hidupku..Mungkin ini juga yang membuat keinginanku menjadi Dosen urung kuraih. Ya, aku tahu kemampuanku saat ini..Aku ragu apakah nantinya aku bisa mengajari para mahasiswa ku..Ya, dulu kalau lupa materi apa dibaca sekilas lagi pasti ingat..sekarang?Entahlah..aku tak tahu apa rencana-Mu Tuhan..semoga semua ini memang yang terbaik untukku dan orang-orang yang kusayangi..
maaf jika doaku begitu banyak Tuhan..

Dan Semuanya Berubah


Duniaku kini tak seperti dulu lagi, tak seceria dulu lagi. Entahlah harus berapa lama aku baru bisa melalui masa-masa suram seperti ini. Banyak yang bilang dulu aku begitu aktif dengan banyak kegiatan, ceria, rame, asyik...sekarang seperti kerupuk yang sudah terlalu lama di udara terbuka...melempem...tidak terlihat taringnya lagi...iya...seperti harimau yang sudah kehilangan taringnya..kini aku merasa begitu lemah..entahlah..entah ini sugestiku sendiri atau memang begitulah..aku merasa kondisi tubuhku makin lama makin melemah..entah karna sakit yang kuderita atau memang semua berubah karna aku mulai malas berjuang..berjuang untuk sesuatu yang sulit untuk kuraih


Jumat, 28 Maret 2014

Pemilihan Bahan Bangunan yang Berkualitas Kini dan Nanti

Beberapa dekade terakhir ini, banyak sekali dibangun gedung yang menjulang tinggi. Gedung-gedung tersebut memang dibangun baik sebagai gedung perkantoran, hunian/apartemen, rumah susun atau pusat perbelanjaan. Pembangunan gedung ini merupakan aset yang harus dipikirkan eksistensinya di masa yang akan datang. Dalam artian, bangunan tidak hanya berdiri 1 atau 2 tahun ke depan saja tapi kalau bisa bangunan tersebut. Lalu kira-kira apa yang mampu membuat suatu bangunan dapat kokoh berdiri untuk jangka waktu yang lama? Pemilihan Bahan Bangunan yang tepat lah yang mampu memperpanjang usia suatu bangunan. Air, pasir, batu bata dan semen merupakan Bahan-Bahan Bangunan yang biasa digunakan dalam proses pembuatan bangunan. Bersama dengan pasir, semen memegang peranan penting tidak hanya sebagai perekat yang dapat menyatukan dan membentuk bangunan sesuai keinginan sang pembuat tetapi juga sebagai bahan pembuat pondasi bangunan.

Bagaimana cara kita memilih semen yang berkualitas? Pemilihan semen dapat dilakukan dengan cara merasakan teksturnya. Sebagai salah satu Material Bahan Bangunan, semen dapat dicoba kelunakan dan kelembutannya dengan menekannya saat masih dalam kemasan. Apabila terasa keras berarti semen sudah lama disimpan dan sudah tidak bagus lagi kualitasnya. Selain itu, tempat penyimpanan juga berpengaruh terhadap kualitas semen yang akan digunakan. Pastikan semen ditempatkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung tapi juga tidak lembab agar semen tidak keras dan menggumpal. Pengambilan semen juga harus dilakukan dari stok pertama atau dari tumpukan pertama (bawah).

Selain hal tersebut, kita juga dapat memilih semen yang berkualitas dari beberapa brand. Semen Tiga Roda merupakan salah satu brand semen yang berkualitas di Indonesia yang diproduksi oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Semen Tiga Roda dibuat sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar Amerika (ASTM) dan Standar Eropa (EN). Cukup terpercaya bukan kualitasnya? Ada beberapa varian dari semen ini yaitu Portland Composite Cement (PCC), Ordinary Portland Cement (OPC) Jenis I, Ordinary Portland Cement (OPC) Jenis II, Ordinary Portland Cement (OPC) Jenis V, Semen Sumur Minyak/ Oil Well Cement (OWC), dan Semen Putih (White Cement). Semua varian tersebut memiliki keunggulan dan fungsi masing-masing.



Semen Tiga Roda merupakan bahan Material Bangunan Rumah yang ramah lingkungan. Selain itu, jaringan distribusi semen ini juga sangat luas dan mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan para pelanggan karena dapat mempermudah akses dalam mendapatkan Bahan Bangunan Rumah yaitu semen yang berkualitas.  Selain kualitas, harga yang terjangkau juga merupakan keunggulan dari semen Tiga Roda. Selamat mencoba!

Jumat, 14 Februari 2014

Penyebab LDR (Long Distance Relationship) sering berujung putus


Tulisan ini dibuat untuk disertakan pada lomba menulis yang diadakan oleh www.arthinkle.com.
Karena temanya agak sedikit unik dan kebetulan juga kemarin baru saja kita merayakan hari valentine, sepertinya bagus juga jika kasus LDR yang marak terjadi saya angkat sebagai bahan tulisan. LDR atau Long Distance Relationship merupakan suatu fenomena yang sangat sering terjadi pada banyak pasangan baik itu pasangan yang belum menikah (masih pacaran) atau pasangan yang sudah menikah tapi harus terpisah jarak dan waktu baik untuk waktu yang sementara bahkan ada juga yang cukup lama. Ada yang mampu mempertahankan hubungan tersebut dengan mulus(tanpa hambatan berarti), ada yang mendapat banyak godaan untuk mempunyai WIL(wanita idaman lain)/PIL(pria idaman lain), ada juga yang putus karena kurang komunikasi.

Kunci sukses mempertahankan hubungan dengan status LDR adalah kepercayaan. Pasangan yang saling percaya satu sama lain akan memberi efek positif dalam menjaga hubungan mereka. Mengapa demikian? Karena saat kita percaya pasangan kita dapat dipercaya untuk setia, maka kita cenderung untuk setia juga. Namun jika kepercayaan yang seharusnya dijaga mulai pudar bahkan hilang, maka kemungkinan untuk mempunyai PIL/WIL cukup besar.

Menurut pengalaman pribadi saya sebagai pihak yang pernah diselingkuhi akibat LDR, kita harus cukup jeli dalam mengenali tanda-tanda ketika pasangan kita mulai tidak perhatian, atau cenderung cuek. Dalam hal ini, kita juga harus tau apakah sikap cuek pasangan kita disebabkan karena kesibukannya atau karena dia mulai bosan terhadap rutinitas gaya pacaran kita yang terlalu monoton. LDR memang sangat identik dengan komunikasi 2 arah via telepon dan minimnya pertemuan. Sebenarnya bisa saja masalah pertemuan yang minim diatasi dengan mengatur kembali schedule pertemuan agar menghasilkan quality time dating. Namun hal ini cenderung tidak dapat dilakukan bila kedua belah pihak tidak bisa karena alasan pekerjaan atau malah tidak mau meluangkan waktu untuk melihat tanggal merah di kalender.

Awalnya bilang kangen karena sudah lama gag ketemu. Tapi akhirnya malah sibuk bertengkar karena sama-sama egois gag ada yang mau ngalah. Si cowok bilang sibuk gag bisa ke tempat si cewek, begitupun sebaliknya. Kalau sudah begini, ujung-ujungnya ya putus juga. Sebaiknya kita melihat dari sisi positifnya walaupun emang sih LDR itu buat kantong kering karena boros pulsa lah, jadi harus sering ngunjungin pacar lah untuk sekedar ngilangin kangen. Sisi positifnya adalah dengan LDR kita termotivasi untuk ngumpulin uang dan bisa pergi ke daerah baru di dua tempat sekaligus bukan hanya untuk ngeliat view nya aja tapi bisa jg sambil berwisata kuliner..

@#$%** So please everybody, be a good LDR Couple.. 8%$##

Excitednya Launching Blog Baru...Taraaaaaaa

Haiii guys...Yuli is back...
senangnya bisa buat blog baru setelah blog lama gw yuletputu.blogspot.com hilang dari peredaran akibat jarang diupdate..
ternyata setelah googling gw jadi tau penyebab aslinya nih..
Ternyata kemungkinan sih blog gw kena daftar sandbox google. Pertanyaanya..kok bisa sih?hey..gw ini warga negara yang baik kok..taat hukum jg..hm dipikir-pikir apakah gw pernah ngelanggar term of reference nya google+ ya???
sempet googling and nemu tulisan blog ini nih http://www.meriwardanaku.com/2010/08/penyebab-blog-tiba-tiba-tidak-diindex.html.
copas yaaak..
Adapun berikut ini penyebab-penyebab blog masuk sandbox google dari analisa para pakar SEO :
1.      Google melakukan perbaikan pada algoritma sistem search engine mereka
2.      Google melakukan re-indexing total terhadap blog tersebut
3.      Web/blog mengandung virus
4.      Mengikuti Program Paid to review
5.      Duplicate Content
6.      Jarang diupdate
7.      Terlalu banyak meninggalkan komentar yang tidak berhubungan (spam) pada blog/web orang lain
8.      Penerapan SEO yang berlebihan
9.    Peningkatan Traffic blog yang terlalu drastis baik disearch engine maupun jumlah pengunjung padahal umur blog masih baru
10.    Ditemukannya link ke atau dari website-website yang termasuk dalam kategori “penjahat”, seperti gambli*g, por*o, SEO aliran hit*m dan lain-lain.
11.    Ditemukannya hal-hal yang melanggar Google Webmaster Guidlines pada website yang bersangkutan
12.    Adanya pelanggaran terhadap pemasangan google adsense pada blog kita (google mengawasi ketat blog yang punya google adsense)
13.    Google lagi mengupdate pagerank blog tersebut sehingga ia perlu mengOspek blog tersebut terlebih dahulu.
huhuhu...syediih sih...musti berpisah dengan blog lama gw..banyak kenangan manis tak terlupakan disana..
gairah hidup gw jadi berkurang nih jadinya..
haha..Lebeh..
dan sekarang Taraaaaaaa...
gw hadir dengan Blog baru gw yang pastinya bakal lebih banyak nyajiin pengalaman unik dalam hidup gw...
bnyak cerita bahagia...yang tragis jg banyak siiih..
OK selamat menikmati berkunjung ke Blog baru gw